Kamis, 10 Januari 2013

microcontroller Atmega16


Mikrokontroller yang dipakai pada tugas akhir ini adalah mikrokontroller jenis AVR yaitu ATMega16 produksi ATMEL, yang merupakan tipe mikrokontroller dengan arsitektur RISC (Reduced Instruction Set Computer). ATMega16 ini memiliki karakteristik sebagai berikut :

Sensor Api

UVTron Flame Sensor Hamamatsu menggunakan tabung UVTron mempunyai prinsip kerja sederhana. Saat katoda tabung dihadapkan pada berkas ultraviolet (dari api), maka photoelectron dikeluarkan dari katoda tabung oleh efek fotolistrik kemudian dipercepat oleh anoda tabung dengan medan listrik. Semakin tinggi tegangan yang diberikan maka semakin besar pula medan listriknya. Energi kinetik dari elektron menjadi cukup kuat untuk mengionkan molekul-molekul gas tertutup pada tabung dengan benturan. Elektron dibangkitkan oleh pengionan yang dipercepat, memungkinkan elektron-elektron tersebut untuk meng-ionkan molekul-molekul lain sebelum mencapai anoda. Dengan kata lain,

Setinta Kasih Buat Calon Suamiku

untuk menghilangkan rasa suntuk dalam berkatifitas harian yang menjenuhkan,. saya bersempat diri untuk searching2 di dunia maya...bukan untuk hal yang serius, tapi juga bukan untuk tawa belaka .. hanya untuk bermaksud relaksasi sejenak sambil menimba wawasan kembali...
  ketika sedang mengutak atik blog maupun artikel yang ada di dunia maya,

Senin, 17 Desember 2012

Pengertian Kendali Adaptif



Sistem kendali adaptif merupakan sistem kendali yang mempunyai parameter-parameter kendali yang dapat beradaptasi. Parameter-parameter kendali tersebut beradaptasi terhadap perubahan kondisi lingkungan disekitarnya, seperti adanya gangguan, serta perubahan karakter internal dari sistem yang dikendalikan. Penggunaan sistem kendali adaptif menunjukkan peningkatan kinerja sistem karena suatu sistem umumnya berada dalam situasi yang mengandung derau dan gangguan serta kondisi internal dan eksternalnya mengandung ketidakpastian. Sistem kendali adaptif telah banyak diaplikasikan

Rabu, 05 Desember 2012

Klasifikasi Partial Discharge


Partial discharge diklasifikasikan menjadi tiga berdasarkan lokasi dan mekanisme terjadinya PD tersebut yaitu : internal discharge, surface discharge, dan corona discharge.

a.      Internal Discharge
Internal discharge terjadi pada void (rongga) atau permukaan konduktor yang runcing di dalam volume material isolasi padat atau cair. Pada sistem kelistrikan, bahan isolasi menjadi pemisah antara konduktor dan ground. Bahan isolasi padat mempunyai permitivitas relatif er besar sekitar 3, sedangkan udara

Dasar Partial Discharge


Definisi dari partial discharge (peluahan sebagian) atau yang disingkat PD menurut IEC 60270 adalah peluahan listrik lokal yang hanya menjembatani sebagian isolasi di antara konduktor dan yang mungkin terjadi dekat dengan konduktor. Bonggas L. Tobing menyebutkan bahwa partial discharge adalah peluahan listrik pada medium isolasi yang terdapat di antara dua elektroda berbeda tegangan, dimana peluahan tersebut tidak sampai menghubungkan kedua elektroda secara sempurna, sedangkan menurut G.J. Paoleti dan A. Golubev menyebutkan bahwa partial discharge adalah pulsa listrik atau peluahan pada void yang berisi gas atau pada suatu permukaan dielektrik suatu sistem isolasi padat maupun cair yang hanya sebagian menjembatani sela antara isolasi fasa ke ground atau fasa ke fasa isolasi. Teori partial discharge mencakup analisis

SISTEM PER UNIT

Sistem per unit merupakan  metode atau cara untuk memudahkan perhitungan-perhitungan dan analisa system tenaga listrik.Nilai-nilai yang dinyatakan dalam pu ini ialah nilai yang sebenarnya terjadi dibagi dengan suatu nilai dasar.Nilai dasar ini diambil dari sembarang nilai yang dipilih.Misalnya dapat diambil nilai nominal.